Denkavkud Bagian Dari Kavaleri TNI Angkatan Darat

denkavkud-1

Denkavkud Yang Dimiliki TNI Angkatan Darat

Di Indonesia ternyata memiliki salah satu satuan operasionalnya berada di bawah TNI Angkatan Darat. Salah satu operasional yang di bawah Angkatan Darat yaitu satuan khusus berkuda dalam pasukannya yang bernama Detasemen Kavaleri Berkuda atau disingkat Denkavkud.

Denkavkud merupakan satu-satunya detasemen yang ada di Tanah Air yang telah diberikan kepercayaan untuk memelihara serta mendidik ratusan kuda untuk dilatih dan dijadikan salah satu kekuatan tempur militer TNI Angkatan Darat.

Sejarah Denkavkud pernah menjadi salah satu andalan dalam sejarah penumpasan G30SPKI yang ada di Indonesia letaknya di Jawa Barat serta pernah menjadi pengamanan Dekrit Presiden pada tahun 1959. Satuan yang dibentuk setelah kemerdekaan Indonesia ini berada di daerah Paromong, kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Komandan Mayor Kav. Solikhin yang ada di kesatuan tersebut menjelaskan, di dalam kesatuan ini sudah terdapat 240 ekor kuda. Kuda-kuda tersebut berasal dari berbagai jenis ras unggul dari berbagai negara yang sengaja untuk didatangkan serta dikembangbiakan di satuan tersebut.

Ras unggul seperti kuda Thoroughbred, Warmblood, dan Anglo Arabian merupakan ras pilihan yang dinilai memiliki garis keturunan yang baik untuk dijadikan kuda militer di kesatuan TNI Angkatan Darat tersebut.

Untuk pemeliharaan kuda-kuda yang ada di kesatuan tersebut  menjaga lingkungan tempat pelatihan kuda tersebut agar makanan alami kuda yaitu rumput dan juga diberikan pelet untuk makan kuda.

denkavkud

Kuda di Denkavkud, dididik layaknya seorang anggota militer dan setiap militer diberikan pelatihan dasaryang dinamakan remonte. Dalam pelatihan ini kuda yang sifat dasarnya liar dididik dan dilatih selama sembilan bulan di tempat tersebut.

Fungsi strategis detasemen kavaleri berkuda ini sebagai alternatif lain di medan yang tak memungkinkan untuk dilewati kendaraan taktis. Sehingga, alternatif kuda dapat digunakan tanpa menghambat operasi TNI.

Baca Juga Hadiah 100% Dari S128 & SV388

Dalam sebuah atraksi yang ditampilkan para anggota Denkavkud, kuda-kuda tersebut diketahui mampu membantu sebuah operasi penumpasan penjahat. Kuda tersebut juga dilatih untuk membantu melakukan pengintaian hingga pelucutan senjata milik lawan.

Mendidik ratusan kuda yang ada di Denkavkud tidaklah mudah. Dibutuhkan latihan terus menurus serta kesabaran dari para penunggangnya. Setiap anggota diberi tanggung jawab untuk memelihara satu kuda.

Pelatih kuda Letnan Dua kav. Gultomo menjelaskan, untuk mendidik kuda agar bisa menjadi tenang hingga layaknya seorang anggota Denkavkud,penunggang dan kuda harus memiliki ikatan.

“Kami harus beri kasih sayang terhadap kuda yang kami latih, biar ada kerja sama antara kuda dan si penunggangnya dan harus ikatan mereka dekat. Kalau perlu dikasih peringatannya jika kudanya salah. Diberikan peringatan dikarekan kuda itu bukanlah benda mati melainkan mahluk hidup.” ujar Letnan Dua Kav. Gultomo.

Gultomo juga mengatakan, kuda yang ada di kesatuan tersebut jika sudah tidak berproduktif lagi,jika di atas umur 18 tahun. Biasanya  kuda tersebut akan dibiarkan hingga kuda tersebut mati.

“Tapi itu tergantung kondisi si kuda sendiri, ada yang 18 tahun fisiknya masih bagus. Tapi rata-rata umur kuda di sekitaran tersebut sudah tidak produktif lagi.” ujar letnan Kav. Gultomo.

 

 

Wahanabet – Agen Bola Online

STATUS BANK

KONTAK KAMI