Kafe Unik,Pelayan Cantik Akan Menyuapi Para Pengunjung
Kafe Unik,Pelayan Cantik Akan Menyuapi Para Pengunjung
Kafe Unik,Pelayan Cantik Akan Menyuapi Para Pengunjung

 

Kafe Unik di Jepang

China,Hangzhou Sebuah kafe unik dan menarik perhatian telah dibuka baru-baru ini di Hangzhou, China. Jika pada umumnya saat mengunjungi kafe dan restoran lainnya, pelayan hanya melayani pesanan makanan dan minuman Anda saja, di tempat ini Anda akan ‘dimanjakan’ oleh para staf cantik.

Dilansir Shanghaiist, kafe yang dikelola seorang gadis dari universitas lokal ini memang menyuguhkan konsep unik. Para karyawannya yang didominasi mahasiswi cantik akan memiliki tugas khusus untuk menyuapi para pengunjungnya yang malas makan.Selain itu, para karyawannya akan menggunakan pakaian dan aksesoris bak pelayan Perancis.

Tempat makan dengan tema ‘maid cafe’ itu mengutamakan konsep melayani pelanggan dengan ‘manja’.

Seperti dikutip dari Shanghaiist.com, konsep kafe pelayan lucu dan imut itu pertama kali dikembangkan dan populer di Jepang, sebelum akhirnya menyebar ke berbagai tempat ;lain di dunia.

Kafe Unik,Pelayan Cantik Akan Menyuapi Para Pengunjung
Kafe Unik,Pelayan Cantik Akan Menyuapi Para Pengunjung

Baca Juga Info Menarik Agen Judi Bola

Pelayan kafe umumnya adalah mahasiswi dari universitas setempat, yang melayani pelanggan dengan mengenakan kostum pelayan wanita khas Prancis.

Mulai dari menemani duduk hingga menyuapi makan, pelayan-pelayan cantik di cafe ini akan melakukan apa yang diminta ‘tuan’ mereka. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab memberikan tip kembali populer di China.

Menurut laporan media setempat, cafe di Hangzhou itu ramai dikunjungi oleh calon pelanggan yang penasaran seperti apa rasanya dilayani dan dianggap sebagai ‘tuan’.

Munculnya cafe ini kontan menarik perhatian warga setempat. Banyak dari mereka yang penasaran bahkan berbondong-bondong datang untuk mencicipi jasa menyuapi yang dilakukan para pelayannya.

Walaupun begitu tidak semua kalangan senang dengan fenomena baru di China itu. Seorang pengguna akun media sosial mengatakan, dia merasa bahwa semakin lama, China makin lama terlihat seperti Jepang.

Sebelumnya pada 2011, sebuah cafe serupa juga di buka di Changsha, Provinsi Hunan. Hanya 3 hari setelah pengumuman penerimaan karyawan dibuka, sekitar 90 aplikasi masuk dari para calon pelayan cafe.

Sebelumnya, jasa serupa juga pernah dilakukan Xie yang bekerja sebagai seorang wanita pengupas kepiting dengan penawaran melalui aplikasi online. Dalam sehari, ia mampu mengumpulkan uang 10 Yuan untuk membuka setiap kaki kepiting, dan tambahan 5 Yuan jika ia menyuapi sang pelanggan.

 

Wahanabet – Agen Judi Bola

STATUS BANK

KONTAK KAMI